Sistem Rem Angin (Brake Air System) Pada Kendaraan Berat

Sistem Rem Angin (Air Brake System)

 
Brake system sumber google image

Sistem rem udara digunakan pada kendaraan komersial berat untuk tujuan menghentikan atau memperlambat kendaraan. Contoh seperti bus, truck, wheel loader dan yang lainnya. Pengereman efektif sangat tergantung pada waktu respon seluruh sistem. Konfigurasi tata letak sistem rem harus dirancang sedemikian rupa sehingga waktu respon harus memenuhi peraturan standar keamanan kendaraan. Artikel ini akan menjelaskan tentang pemodelan rinci dari produk sistem rem individual, dari katup penggerak Pengereman yang efektif sangat bergantung pada waktu respons seluruh sistem dan feeling dari pengemudi. Waktu respons ditentukan sebagai waktu yang berlalu antara awal aktuasi pedal kontrol dan pada saat itu tekanan dalam aktuator mencapai 75 persen dari nilai asimtotiknya. Tata letak sistem rem harus dirancang sedemikian rupa sehingga waktu respon harus memenuhi standar keamanan kendaraanTata letak sistem rem kendaraan komersial berat dirancang menjaga berbagai parameter kendaraan seperti: Berat kotor kendaraan, basis roda, pusat gravitasi dari kendaraan, as roda dll. Secara konvensional, desain tata letak sistem dibuat setelah banyak iterasi berdasarkan uji coba di lapangan dan pengalaman. Metode ini melibatkan lebih banyak lead time dan biaya hingga tata letak selesai.

1. Sistem Rem Angin

Sistem dari rem angin seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini, yang terdiri dari compressor (sumber), foot / hand brake valve (actuating unit), relay valve (control unit), dan atctuator.

Kompresor menyediakan udara terkompresi, yang merupakan sumber energi dari sistem rem udara. Air dryer (pengering udara) menyerap kelembaban di udara bertekanan dan juga mempertahankan tekanan sistem. Udara terkompresi akan disimpan dalam reservoir tank (tangki penyimpanan). Pada saat pengereman normal, ketika pengemudi menekan pedal, dual brake valve memiliki dua pengiriman. Yaitu yang pertama memberikan sinyal ke katup relay yang menggerakkan spring brake aktuator di mana tekanan angin diubah menjadi gaya pengereman. Daya pengereman ditransmisikan ke dasar rem melalui slack adjuster, di mana diubah menjadi torsi pengereman dan menerapkan rem pada roda belakang. Pengiriman yang kedua untuk sistem rem di roda depan. Dalam keadaan darurat, pengemudi menggerakkan hand valve untuk pengereman melalui spring brake actuator.

2. Komponen Dan Fungsi

1. Dual brake valve
Dual brake valve

Dual brake valve ditunjukkan pada gambar diatas, memberikan tekanan udara yang berfungsi untuk menerapkan dan melepaskan rem pada penerapan upaya pengemudi pada pedal rem. Dual brake valve memiliki dua pengiriman independen, yang pertama mengontrol rem belakang dan yang kedua mengontrol untuk rem depan dari sistem rem. Desain dual brake valve dibuat sedemikian rupa sehingga menjamin pasokan tekanan udara tidak terganggu ke sirkuit sekunder bahkan dalam kasus kegagalan sirkuit utama dan sebaliknya. Berdasarkan geometri dan konstruksi produk akan dibuat menggunakan mekanis yang tepat dan komponen pneumatik seperti piston, pegas, dan seal.

Katup masuk dan buang di primer dan sekunder dibuat menggunakan model poppet valve pneumatik dan alur aliran angin menggunakan model orifice (lubang kecil). Komponen internal seperti piston, pegas menggunakan elemen mekanikal dan pneumatik. Rubber spring yang digunakan dalam brake valve berfungsi untuk pelepasan udara dan diasumsikan sebagai pegas linear. Input sinyal ke dual brake valve diberikan sebagai perpindahan pendorong.

2. Relay valve 

Relay valve

Biasanya dipasang di bagian belakang kendaraan untuk menyeimbangkan waktu aplikasi rem antara depan dan belakang. Relay valve terdiri dari piston relay yang mendapatkan sinyal dari katup rem kaki (dual brake valve) dan mengontrol pembukaan dan penutupan katup masuk dan buang. Piston menggunakan model piston pneumatik. Katup masuk dan buang adalah menggunakan model katup popetPembatasan aliran melalui port orifice. Seluruhnya relay valve bisa dilihat gambar diatas.

3. Brake chamber

Brake chamber adalah salah satu yang menghasilkan gaya pengereman dalam sistem rem udara.Mengubah udara tekanan ke dalam gaya batang dorong mekanis yang menggerakkan sepatu rem dari sistem rem slack adjuster. Brake chamber terdiri dari diafragma yang memisahkan sisi tekanan dan non tekanan. Diafragma dipegang oleh pegas dan rakitan batang dorong dan menjaga rem dalam posisi dilepaskan. Di penerapan tekanan udara diafragma bergerak melawan pegas dan menggerakkan rem. Diafragma memiliki area yang seragam dan sebagai piston konstan. Pegas dimasukkan untuk pushrod dan pegas kembali. Untuk lebih jelasnya bisa di lihat di gambar.
Brake chamber


4. Spring Brake Actuator

The spring Brake actuator performs the same as the brake chamber. Spring brake actuator bekerja sama dengan brake chamber. Tapi terdiri dari 2 ruang yaitu ruang servis dan ruang spring. Konstruksi dan kerja ruang servis sama dengan brake chamber. Ruang pegas yang terhubung ke hand brake valve terdiri dari koil spring yang kuatSelama kondisi rem dilepas, koil spring akan berada dalam posisi terkompresi oleh udara tekanan yang bekerja pada diafraghma. Ketika pengemudi menggerakkan hand brake valve dalam keadaan darurat, udara di dalam spring chamber akan keluar dan gaya pegas akan menggerakkan rem.

Spring brake actuator

5. Foundation brake

Foundation brake adalah alat yang mengubah tenaga aktuasi dari aktuator untuk memberhentikan laju kendaraan. Terdapat dua model yaitu :
  1. Drum Brake
  2. Disc Brake
Untuk lebih jelasnya bisa di baca artikel terkait :


Comments