Sistem Pelumas Pada Mesin Diesel

Lubricating System

Dalam sebuah mesin yang selalu beregesekan satu sama lain membutuhkan suatu pelumas yang dapat memberikan pelumasan pada mesin dan menyerap panas akibat dari pembakaran mesin. Untuk mengetahui spesifikasi pelumas silahkan baca artikel : Spesifikasi dari pelumas .
Pelumas memegang peranan penting terhadap mesin kendaraan, akan tetapi pelumas mempunyai umur dan harus dilakukan perwatan berkala.Di sini kami akan menjelaskan bagaimana cara kerja pelumasan, apa saja komponen pada sistem pelumasan engine dan pengertian dari pelumasan.

Sistem pelumasan yang dipakai pada alat berat, kendaraan berat dll menggunakan pelumasan bertekanan dari oli yang disirkulasikan oleh pompa oli.
Sistem pelumasan sumber : google image

Cara Kerja :

  • Oli yang di tampung dalam oil pan di hisap dan di alirkan oleh pompa ke filter oli, oli yang di kirimkan adalah oli bertekanan
  • Dari filter oli, kemudian oli mengalir ke sistim dan komponen komponen mesin lewat oil galery, menuju crankshaft, camshaft, head cylinder, block cylinder, oil cooler dan kembali ke oil pan.

Komponen-komponen dari sistem pelumasan :

1. Oil strainer

Oil strainer berfungsi untuk memecah gelembung udara yang berada pada oli dan juga untuk menyaring kotoran yang besar.

2. Oil pump

Oil pumo berfungsi untuk mengalirkan oli pelumasan ke seluruh engine dengan diatur tekananya berisar 3-7 kg/cm2. Pompa yang digunakan pada umumnya adalah tipe gear pump.
Oil pump type gear pump


Cara kerjanya:
  • Gear berputar di gerakan dari gear yang terhubung dengan crankshaft, oli dari sisi inlet akan mengisi kekosongan gigi-gigi dan rumahnya.
  • Oli yang berada diantara gigi dan rumahnya dipindahkan sesuai dengan garakan gigi ke sisi outlet
Regulator valve
Oli yang disalurkan oleh pompa oli diataur besarnya tekanan dalam sistem dengan menggunakan regulator valve, sebab jika tekanan terlalu rendah akan menyebabkan oli pelumas tidak bisa masuk kedalam lubang-lubang kecil, sedangkan tekanan oli yang terlalu besar akan mempercepat kerusakan pada seal.

3. Oil filter

a. fungsi

Oli mesin digunakan untuk pelumasan, pembersihan dan pendinginan komponen-komponen dalam dan oli tersebut kembali ke carter atau oil pan. Oli yang bersirkulasi tersebut, secara bertahap menjadi kotor karena membawa partikel-partikel komponen yang bergesekan.
Sebagian oli yang bersirkulasi tersebut akan melalui bagian-bagian yang mempunyai temperatur tinggi dan tekanan tinggi, sehingga ada yang terbakar menjadi carbon.

Jika kotoran-kotoran tersebut ikut bersama oli ke komponen-komponen mesin bagian dalam, maka komponen-komponen tersebut semakin cepat aus, untuk menjaga hal tersebut, maka pada sistem tersebut di beri saringan / filter, agar kotoran-kotoran dapat disaring dan oli yang bersirkulasi tetap bersih.
Ada macam-macam filter oli :
  1. Catridge tipe, elemen kertas menjadi satu dengan rumahnya
  2. Cartridge tipe dengan safety valve
  3. The hanging tipe, elemen kertas terpisah dengan rumahnya.

 b. penanganan filter

Filter oli secara bertahap akan mengalami kebuntuan oleh partikel asing dan kotoran-kotoran yang bersama-sama oli bersirkulasi. Kecepatan kebuntuan filter, tergantung cara penanganan olinya. Karena itu, maka element filter harus diganti secara berkala sasuai dengan operasi dan perawatan manual.

c. by pass filter

Fungsinya adalah untuk menyaring oli dari oli pan agar tetap bersih dan mencegah oli filter cepat buntu. Struktur by pass folter adalah sama dengan oli filter dan ukurannya lebih besar.

d. safety valve

Safety valve atau sering juga disebut sebagai by pass valve yang berfungsi untuk mengalirkan oli kesistem pelumasan walaupun oli dalam kondisi kotor pada saat oli filter mengalami buntu. Hal ini lebih bagus dilakukan daripada tidak ada pelumasan yang dialarika

4. Oil Cooler

Fungsi oli cooler :
Kenaikan temperatur oli yang berlebihan menyebabkan kualitas oli berubah dan kemampuan oli sebagai pendingin menurun. Untuk menjaga adanya problem tersebut, maka pada sistem dipasangkan oil cooler.

Struktur dari oil cooler
Ada dua tipe oil cooler :
  1. Cylinder tipe : pipa-pipa dengan sirip-sirip diatur sehingga membentuk silinder. Oli mengalir didalam pipa tersebut dan air pendingin mengalir disisi luar pipa dengan arah yang ber;awanan dengan aliran oli.
  2. Layer tipe

 5. Piston cooling nozzle

Piston cooling nozzle yang menyemburkan oli dari sisi bawah piston dan berfiungsi untuk pendinginan piston dan untuk mengalirkan oli pelumas kedinding silinder liner.

6. Oil pan / carter

Berfungsi sebagai tempat penyimpanan oli.

Artikel terkait :



Comments