Cara Pengetesan Pada Mesin Diesel

Engine Test


Pengetesan ini dilakukan agar kita dapat mengetahui apakah mesin tersebut masih dalam keadaan baik atau sudah rusak. Pada umumnya pengetesan ini dilakukan ketika mesin sudah berumur, akan tetapi mesin yang baru juga bisa saja tidak sempurna dan harus dilakukan pengetesan, agar kita mengetahui keadaan mesin tersebut.
Di artikel kali ini saya akan menjelaskan apa saja yang harus di test pada sebuah mesin diesel?

1. Engine Compression pressure ( Kompresi Mesin )


Pengetesan pada kompresi mesin ini sangat penting sekali pada mesin diesel di karenakan cara pembakaran mesin diesel menggunakan tekanan kompresi. Jika kompresi tidak memenuhi standart maka mesin tidak akan hidup atau pincang.

Ringkasan :

  • Ukur tekanan kompresi pada setiap silinder dan periksa penurunan daya mesin.
  • Periksa warna gas buang dan pantau konsumsi pada sistem oli mesin.
  • Periksa kelainan pada sistem udara masuk dan filter udara.

Persiapan :

  • Pastikan kelonggaran celah valve/klep sudah benar.
  • Hidupkan mesin sampai suhu mencapai temparture kerja.
  • Lepasakan semua nozzle atau busi pemanas (jika memakai busi pemanas) salah satu saja yang dilepas antara busi pemanas atau nozzle tergantung tool yang digunakan.
  • Jika menggunakan pengetesan pada lubang busi pemanas pastikan pipa saluran bahan bakar di lepas agar tidak terjadi pembakaran.
  • Pasang alat ukur dan adpator pada lobang busi pemanas atau nozzle.

Pengukuran :

  • Putar starter dan baca tekanan kompressi nya. 
  • Lakukan di setiap silinder.
  • Ulangi langkah diatas beberapa kali dan hitung rata-rata kompresinya.
  • Standart tekanan mesin diesel kurang lebih 3,04 Mpa (31 kgf/cm2, 565psi) 

2. Valve Clearance ( Celah Klep )

5. baud penyetel, 6. Mur pengunci, 7. Rocker arm, 8. Feeler gauge, 9. Valve steam.
Untuk pengukuran selanjutnya adalah kerenggangan celah klep. Celah klep berfungsi untuk memberikan jeda pada pembukaan klep dan tidak terjadi pelatuk klep terlalu menekan yang mengakibatkan kebocoran kompressi.

Ringkasan :

  • Lakukan pengetesan dalam keadaan dingin.
  • Sebelum melakukan pekerjaan, bersihkan area tutup kepala silinder agar menghindari kontaminasi kotoran ke dalam mesin.

Periapan :

  • Putar puly crankshaft sampai pada top dead center 
  • Periksa apakah posisi piston no 1 atau 6 (tergantung jumlah silinder) berada pada posisi TDC (top dead center).
  • Buka tutup kepala silinder.
Catatan : Jika pada klep silinder no 1 in dan ex ada kelonggaran dan silinder no 6 in dan ex rapat maka itu adalah top 1. Jika  pada klep silinder no 1 in dan ex rapat dan klep silinder no 6 in dan ex longgar maka itu adalah top 6.

Pengukuran :

  • Masukan feeler gauge antara rocker arm dan valve steam dan ukur celah klep.
  • Ketika pengukuran pada silinder 1, lakukan pengukuran yang sama di semua klep yang di tunjukan dengan tanda ( O ) jika pengukuran dilakukan pada silinder 6 maka ditunjukan dengan tanda ( X ).
  • Jika pengukuran pada skema di silinder 1, langkah selanjutnya putar crankshaft puly 30 derajat dan tempatkan tanda yang pas di top, dan berarti ini posisi top 6.
  • Lakukanlah pengukuran pada skema silinder top 6.
  • Standart kerenggangan klep pada mesin diesel bervariasi, namun kebanyakan untuk klep masuk 0,40 mm dan klep buang 0,40 mm.

Penyetelan :

Jika pada saat pengukuran tidak sesuai standart maka harus dilakukan penyetelan klep. Yakni sebagai berikut: 
  • Kendorkan lock nut (mur pengunci), pada scrup penyetel yang berada di rocker arm.
  • Masukan feeler gauge, lalu putar baud penyetel dengan obeng (-) lalu kencangkan sampai feeler gauge terasa seret.
  • Setelah penyesuaian kencangkan mur pengunci.

Nozzle Test

Nozzle adalah alat yang berfungsi untuk mengkabutkan bahan bakar agar pembakaran lebih sempurna, jika ijektor nozzle bermasalah maka akan muncul berbagai masalah seperti warna gas buang tidak normal, mesin pincang dan lain-lain. Bagaimana untuk test injektor nozzle? Berikut pengetesannya:

Ringkasan :

  • Periksa tekanan injeksi serta pola semprotan dari nozzle menggunakan nozzle tester.
  • Sebelum melakukan pengerjaan, bersihkan kotoran di area nozzle.

Persiapan :

  • Lepas semua nozzle dari mesin.
  • Pasangkan ke nozzle tester.

Pengukuran :

Tekanan injeksi :
  • Setelah memasang  nozzle ke tester, masukan solar beberapa kali dan lihat tekanan pada saat akan menyemprot. (standart tergantung dari spesifikasi mesin).
  • pola semprotan
  • Untuk menaikan tekanan putar screw ke arah kanan untuk menurunkan ke arah kiri.
Pola Semprotan :
  • Pasang nozzle pada nozzle tester, masukan solar dan lihat pola semprotan pada saat nozzle mengabutkan bahan bakar, ( arah semprotan tergantung dari lubang yang ada pada nozzle) yang akan kami contohkan adalah yang 4 hole.
Kebocoran Solar :
  • Ketika kita menekan nozzle tester di bawah tekanan pengabutan pastikan tidak ada solar yang menetes dari nozzle jika ada berarti element di dalam nozzle mengalami kerusakan dan harus diganti.
  

Konsumsi Oli

Untuk pengukuran konsumsi oli adalah sebagai indikator komponen-komponen mesin dalam keadaan baik.

Metode pengukuran :

  • Tempatkan mesin dalam permukaan yang rata.
  • Tunggu dulu sampai oli turun ke tempat penyimpanan oli/carter.
  • Periksa level oli pada dipstick.
  • Rekam pembacaan pertama.
  • Jalankan mesin setidaknya 100 jam dan lihat kembali level oli pada stick.
  • Rekam pembacaan kedua.
  • Lalu isi oli kembali sampai pembacaan kedua sama dengan pembacaan pertama dan hitung berapa ml oli yang di tambahkan.
  • Untuk standart konsumsi oli maksimal adalah 5 ml per jam.
Itulah beberapa pengecekan tentang pengetesan mesin diesel yang bertujuan agar kita dapat mengetahui seberapa baik kondisi pada sebuah mesin diesel, jika ada yang di tanyakan silahkan komentar dibawah dan semoga bermanfaat.

Beberapa artikel terkait :




 

 

Comments