Troubleshooting: 7 Langkah Untuk Penyelesaian Masalah Pada Kendaraan dan Alat Berat


Dalam setiap kendaraan dan alat berat yang digunakan pasti selalu akan ada masalah atau kerusakan, baik itu unit baru atau pun yang sudah lama. Nah disini saya akan memberikan tips atau langkah-langkah apa saja yang harus di lakukan setiap ada masalah atau kerusakan pada kendaraan dan alat berat. Dan apa yang dimaksud troubleshooting ?
Troubleshooting merupakan pencarian sumber masalah secara sistematis sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan, dan proses penghilangan penyebab potensial dari sebuah masalah.


7 Langkah Troubleshooting

1. Know The System / Pelajari Sistemnya

Yang pertama paling penting kita harus memahami dulu sistem dari unit yang akan kita perbaiki. mulai dari pelajari technical manualnya, bagaimana cara kerjanya, konstruksinya, fungsi dan spesifikasi dari komponen.

2. Ask The Operator / Tanyakan Supir / Operator

Sebelum melakukan pemeriksaan, carilah informasi yang lengkap mengenai masalah atau ketidakfungsian dari saksinya. yaitu supir/operator.

  • Bagaimana mesin itu dioperasikan ?
  • Apakah dioperasikan dengan benar ?
  • Kapan trouble terjadi ?
  • Tipe kerja apa yang dilakukan mesin saat trouble ?
  • Apakah detail dari problemnya ?
  • Apakah troublenya menjadi parah dan apakah hanya tiba-tiba pada saat pertama ?
  • Apakah mesin mempunyai trouble yang lain sebelumnya ?
  • Jika ada komponen mana yang telah di perbaiki atau di ganti ?

3. Inspect The Machine / Periksa Mesin

Sebelum melakukan prosedur troubleshooting, periksa point perawatan harian dari unit tersebut, seperti ditunjukan pada user manual.
Juga periksa sistem kelistrikan, termasuk battery seperti low battery voltage, konektor yang kendor atau sikring yang putus akan mengakibatkan controller tidak bekerja. Kerusakan sikring sering diakibatkan putus halus dan sangat sulit untuk diketahui melalui visual inspection.

4. Operate The Machine Yourself ( If Posible ) / Operasikan Unit Sendiri ( Jika Memungkinkan ) 

Untuk mengidentifikasi trouble, operasikan unit sendiri. Jika trouble tidak bisa diketahui, stop engine dan carilah informasi lebih lanjut tentang ketidaknormalan dari supir / operator. Juga periksa kelengkapan komponen-komponen unit tersebut.

5. List Posible Cause / Catat Semua Trouble Yang Memungkinkan

PERHATIAN : Jangan sampai melepas kabel atau sistem oli hidrolik, selama engine hidup. Unit bisa tidak berfungsi atau oli bertekanan akan menyemprot keluar, memungkinkan kecelakaan. 
Untuk kendaraan sekarang biasanya jika ada kerusakan biasanya muncul fault code ang terdisplay dalam monitor. Adakalanya fault code yang muncul pada monitor, tidak semuanya menunjukan masalah pada unit tersebut. Maka dari itu harus dilakukan penghapusan memori fault code.

6. Reach A Conclusion / Simpulkan Kasus Yang Paling Memungkinkan

Sebelum mencapai kesimpulan, misalnya problem itu dikarenakan oleh hidrolik / elektrik / power train / engine, periksa kasus yang sangat mirip. Coba untuk mengidentifikasi actual berdasarkan kasus dari trouble.
Berdasarkan kesimpulan, buat rencana perbaikan yang tepat untuk mencegah ketidakfungsian.

7. Test Your Conclussion / Laksanakan Perbaikan Sesuai Dengan Kesimpulan

Setelah mencapai sesuatu kesimpulan tentang problem yang paling memunkinkan, maka mulai melaksanakan perbaikan. Mulailah dengan perbaikan yang paling sederhana & mempunyai resiko yang sangat kecil tetapi masih berhubungan dengan masalah yang ada. 


Dari sini kita bisa sedikit mengetahui dari langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ketika troubleshooting, semoga bermanfaat.

Comments