Sistem Pengereman Mobil

Brake System

Didalam setiap kendaraan yang berjalan dibutuhkan suatu sistim untuk menghentikan laju kendaraan terebut. Nah di sinilah akan saya bahas mengenai sistem untuk menghentikan kendaraan yaitu Brake System.

sumber google

Brake System :

Brake system adalah suatu mekanisme yang berfungsi untuk:
  1. Memperlamabat / Menghentikan laju pada kendaraan
  2. Merubah energi gerak menjadi energi panas akibat dari gesekan
Brake system pada umumnya di temukan terpasang pada roda kendaraan atau profeller shaft.
Di lihat dari Bentuknya brake terbagi menjadi :
  • Engine Brake
  • Drum Brake (Tromol) dengan menggunakan brake shoe
  • Disc Brake (Cakram) dengan menggunakan disc pad / piringan cakram
  • Clutch Brake dengan menggunakan disc and plate
Yang Pertama saya akan bahas mengenai Engine Brake

1. Engine Brake 

Contoh retarder untuk engine brake
sumber google

(Retarder atau brake untuk memperlambat kecepatan)
Suatu sistem untuk memperlambat laju kendaraan dengan cara menutup sebagian lubang pembuang sisa pembakaran dan terjadi lah kompressi karena gas yang seharusnya dibuang melalui kenalpot, di tahan oleh klep yang namanya retarder. Biasanya di pasang setelah exshaust manifold / setelah turbo. Pada umumnya sistem jenis ini biasa digunakan oleh Truck yang notabene membawa beban berat. Fungsinya untuk membantu sistem pengereman rem yang ada pada roda.

2. Drum Brake / Tromol

Untuk tipe rem tromol ini biasanya digunakan pada mobil-mobil yang membutuhkan kerja ekstra untuk pengereman contohnya seperti kendaraan operasional bus, truck, minibus dan lain lain. Terbukti pada kendaraan berat ( Heavy Duty) masih mempertahankan memakai jenis ini, keuntungannya selain bisa menahan beban pengereman yang berat, yaitu tahan terhadap debu karena sistemnya tertutup. Kekurangan dari rem jenis ini adalah Pengeraman hanya 70% saja dikarenakan penampang kampas tidak sepenuhnya menempel pada tromol, cepat panas karena tertutup dan lebih parahnya ketika banjir rem tidak akan pakem lagi karena kemasukan air. Cara kerjanya ketika pedal rem di injak piston dalam brake cylinder akan mendorong brake shoe keluar dan bergesekan dengan permukaan dalam dari tromol, sehingga putaran roda diperlambat atau berhenti.

3. Disc Brake / Cakram

Untuk rem jenis ini sangat cocok untuk kendaraan pribadi, mobil sport dll yang membutuhkan pengereman yang optimal. Pengereman disc brake ini sangat optimal sampai 100% dikarenakan brake pads / kampas seluruhnya menempel pad piringan cakram selain itu tidak cepat panas karena sistemnya terbuka. Kekurangan jenis rem ini adalah sering menumpuknya kotoran dalam brake pad sehingga lama kelamaan akan menggores piringan cakram. Cara kerjanya: Pada saat pedal rem ditekan oli akan mendorong piston yang ada di caliper, pada saat piston terdorong otomati akan mendorong brake pads ( kampas ) bergesekan dan menjepit tromol, sehingga putaran roda dapat diperhambat atau berhenti.


4. Clutch Brake

Jenis yang satu ini pada umumnya di pakai di alat berat, komponen-komponen yang tersusun di dalam clutchbrake ini terdiri dari beberapa komponen disc dan plate. Komponen plate mengikuti putaran roda dari sisi porosnya/ shaft, sedang sedangkan disc diam terikat dengan casingnya. Efek pengereman akan terjadi jika disc dan plate di eratkan oleh piston yang terdorong oli dari pedal rem, dengan jumlah disc dan plate yang banyak mengakibatkan pergeseran lembut dan tenang, sehingga memberikan efek pengereman yang lebih halus dan juga kuat. Kenapa tidak di pake di mobil umum atau untuk sehari? jawabanya karena kerugian memakai rem jenis ini adalah biaya pembuatan yang tinggi dan juga perawatanya.




Brake berdasarkan penggeraknya dibagi menjadi 3:
  • Mechanical Brake
  • Air Brake
  • Hydraulic Brake 

1. Mechanical Brake

Sytem brake yang digerakan oleh suatu hubungan mekanis, yang menghubungkan antara rem dengan pedal rem. Contoh dari brake ini adalah rem tangan atau parking brake dalam mobil kecil, dalam sepeda ontel dan lain lain.
                                    
  Contoh dari mekanikal brake
sumber google


2. Air Brake

Sistem air brake
sumber google

Air Brake atau rem angin, adalah sistem pengereman yang dioperasikan oleh tekanan udara yang berfungsi untuk mendorong piston dalam rem. Sistem rem jenis ini biasanya digunakan pada truck truck besar. Kelebihan dari air brake :
  1. Tidak terbatas dengan berat kendaraan
  2. Peforma pengereman tidak menurun drastis meskipun ada kebocoran udara
  3. Pengontrolan gaya pengereman sesuai dengan langkah pedal
  4. Penyambungan pada trailler lebih mudah
Kekurangan dari air brake:
  1. Kontruksi dan perawatan lebih mahal
  2. Jika tidak ada angin maka kendaraan tidak bisa jalan

3. Hydraulic Brake

Sistem brake jenis ini sistem pengeremannya menggunakan oli hydraulic yang dihasilkan oleh pompa steering, atau pompa hidrolik yang terpisah, yang di gunakan untuk menggerak brake, digunakn pada mobil mobil sekarang dan truck.


Brake Berdasarkan fungsinya dibagi menjadi :
  • Parking Brake
  • Service Brake
  • Retarder
  • Load Dump Brake
  • Emergency Brake

1. Parking Brake 

Rem yang dioperasikan oleh kaki atau tangan yang berfungsi untuk mencegah kendaraan bergerak saat kendaraan di parkir, biasanya dengan cara mengunci roda belakang, atau output shaft transmisi. Umumnya parking brake menggunakan mechanical linkage, atau kombinasi antara mechanical dengan hidrolik / pneumatic dengan system SAHR ( Spring Aplly Hydraulic Release ).

2. Service Brake

Rem yang biasanya di operasikan oleh kaki yang berfungsi untuk memperlambat, menghentikan, dan mengendalikan kendaraan selama kondisi mengemudi normal.

3. Retarder 

Merupakan suatu brake tambahan yang digunakan pada kendaraan angkutan barang yang berfungsi untuk mengurangi laju kendaraan.

4. Load Dump Brake

Suatu sistem pengereman yang digunakan untuk kendaraan agar diam secara sempurna saat dilakukan dumping material, biasanya digunakan pada dump truck.

5. Emergency Brake 

Suatu sistem pengereman yang berdiri sendiri dan tidak terikat pada main hidroliknya. Ini dapat digunakan untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan jika rem yang utama rusak, atau menjaga kendaraan tetap berhenti meskipun pedal rem tidak di tekan. Pada umumnya terdiri dari pedal kaki atau hand lever yang menggerakan brake depan maupun belakang secara mechanical menggunakan cable dan linkage. Ini juga bisa disebut parking brake atau E brake.

Semoga bermanfaat.

Comments