Sistem Bahan Bakar Pada Mesin Diesel Konvensional

Pada engine diesel, pembakaran terjadi tidak disebabkan oleh percikan bunga api, melainkan oleh tekanan udara murni yang besar, yang mengakibatkan panas dan bahan bakarnya di injeksikan.

Komponen-komponen sistem bahan bakar :

1.  Tangki Bahan Bakar 

Tangki bahan bakar berfungsi untuk menampung bahan bakar yang akan digunakan dan tempat mengendapkan kotoran dan air. untuk membuangnya dilengkapi dengan drain chock.

2.  Water Sedimentor / Separator

Fungsi utama adalah untuk memisahkan air yang bercampur dengan bahan bakar yang akan masuk ke injection pump supaya tidak terjadi karat.

3.  Feed Pump

Feed pump memiliki fungsi untuk mensuplay bahan bakar menuju fuel filter yang kemudian akan diteruskan ke injection pump dengan tekanan rendah sekitar 1.2 - 2.6 kg/cm2, selain dari itu juga berfungsi untuk mensuplay bahan bakar guna membebaskan udara yang terjebak.

Cara kerja pompa aliran 

1.  Posisi discharging

Piston bergerak kembali pada posisi semula akibat kekuatan spring. Akibatnya bahan bakar yang berada pada outer chamber di tekan keluar dan masuk ke dalam discharge line. Delivery check valve tertutup dan bahan bakar dari tangki akan masuk ke dalam inner chamber melalui suctin valve. Bila tekanan yang dibangkitkan oleh bahan bakar pada discharge line masih lebih rendah dari kekuatan spring , maka proses kerja akan kembali lagi ke proses kerja Resirculating, demikian seterusnya. 

2.  Posisi resirculating

Poros kam ( Camshaft ) mendorong piston ke atas untuk menekan bahan bakar yang berada pada ruang dalam (inner chamber), keluar melalui katup pengeluaran (delivery check valve), sebagian keluar menuju saringan bahan bakar dan sebagian lagi masuk ke ruang luar dari pompa (outer chamber). Selama dalam gerakan ini, katup masuk (suction check valve) tetap dalam keadaan tertutup. 
Dalam hal ini terjadi peristiwa berpindahnya bahan bakar dari inner ke outer chamber.

3.  Posisi idling

Apabila tekanan yang dibangkitkan pada bagian pengeluaran (discharge line) tinggi, maka tekanan ini akan mengakibatkan piston tertahan. Gerakan push rod tetap mengikuti bentuk lobe (contur cam) dari poros kam, tetapi gerakan itu tidak mengakibatkan piston bergerak. Apabila tekanan pada discharge line menurun, maka kekutatan spring akan mendorong piston sehingga piston bisa mengikuti gerakan dari push rod.

4. Fuel Filter

Fuel filter berfungsi untuk menyaring bahan bakar yang akan masuk kedalam FIP (fuel injection pump) supaya FIP tidak cepat mengalami kerusakan.

5. Fuel Injection Pump

Fungsinya adalah mensuplay bahan bakar ke nozzle dengan tekanan tinggi (max 300 kg/cm2. Menentukan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan serta menentukan timing injeksinya.

Potongan vertical fuel injection pump tipe PES-PD

  1. Straight Pin
  2. Flange sleeve
  3. Pump housing
  4. Plunger spring
  5. Lower spring seat
  6. Control rack 
  7. Rack guide screw
  8. Plunger seat
  9. Camshaft
  10. Delivery valve holder
  11. Delivery valve stopper
  12. Delivery valve spring
  13. Delivery valve
  14. Adjust shim
  15. Plunger
  16. Plunger barrel
  17. Guide pin
  18. Control pinion
  19. Tappet
  20. Cover
  21. Center metal
  22. Cover

Keuntungan pompa ini adalah keseluruhunan pompa tertutup housing yang bertujuan untuk memperbaiki performance. Plunger dan katu pengeluaran (delivery valve) dan sebagainya dipasang / dirangkai menjadi satu unit untuk memudahkan dalam membongkar dan memasangnya.
baca juga : Cara kerja pompa injeksi

6.  Nozzle

Fungsinya adalah untuk mengkabutkan bahan bakar agar memudahkan terjadinya pembakaran. Nozzle ini memiliki single hole, dan ada juga yang multiple hole serta memiiki sudut yang bermacam-macam, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan bentuk piston dan hasil pembakaran sempurna.


Itulah beberapa gambaran tentang sistem bahan bakar pada mesin diesel konvensional dengan harapan kita bisa mengetahui sistem nya dan semoga bermanfaat. 










Comments