Pengertian Dan Cara Kerja Suspensi Udara

Assalamualaikum wr wb

Zaman sekarang semakin berkembang, kendaraan semakin banyak, dan selalu semakin berkembang tekhnologinya. Contoh dari sistem suspensi yang akan saya bahas kali ini, Sistem suspensi bermacam-macam contoh dari Per daun, Multilink Air suspension dll.
Yang akan saya bahas kali ini adalah tentang Air Suspension / Suspensi Udara.

Air Suspension / Air Suspension


Suspensi udara merupakan sambungan yang flexible antara chassis dgunakanan axle. Dengan menggunakan energi udara bertekanan atau gas yang tersimpan didalam airbag untuk melakukan kerja seperti fungsi dari spring atau torsion bar. Saat suspensi udara melentur didalam airbag bergantian naik dan turun. Gerak ini meredam getaran atau guncangan dari jalan.
Ada dua jenis air bag yang digunakan dalam suspensi udara:

  • Diafraghma
  • Bellows

#1 Diafraghma





 Contoh gambar dari airbag model diafraghma

 Di dalam air bag terdapat rubber bumper menempel pada plate bagian bawah.
Fungsi dari rubber bumper adalah :
  1. Membatasi maksimum depleksi dan menahan terjadinya benturan antara mounting plate dan piston
  2. Bertindak sebagai back up penahan yang aman jika tekanan udara tiba tiba hilang. Bumper dapat memikul beban dari unit hingga tempat dimana dilakukan perbaikan
Didalam axle transfer bar terdapat piston yang bertindak sebagai duduknya diafraghma. Bentuk piston membiarkan diafraghma untuk melipat keatas dan membentang dari piston dengan gerak menggulung selama terjadi gerakan menekan atau memantulnya suspensi.

#2 Bellow

Bellow adalah jenis air bag dengan bentuk berbelit. Bellow terpasang sama dengan diafraghma, hanya saja tidak mempunyai piston. Bellow mempunyai gerak melipat seperti halnya diafragma yang mempunyai gerak menggulung.
Korset ring baja di tengah membatasi mengembangnya bellow melingkar atau keluar. Depleksi mencapai maksimum saat top bead, central ring, bottom bead semuanya bersentuhan.


Contoh gambar airbag model bellow



Cara Kerja Suspensi Udara 

Gambar : Contoh sitem suspensi udara pada chasis bus
Keterangan:

  1. Working Cylinder
  2. Front levelling valve
  3. Front air bellow
  4. Solenoid valve untuk manual control level
  5. Circuit protection valve
  6. Rear levelling valve
  7. Rear air bellow
Udara untuk sistem suspensi disuplai oleh kompresor dan di simpan dalam tangki udara. Dari tangki udara pertama kali mengalir ke pressure protection valve sebelum masuk ke sistem suspensi. Valve ini akan tertutup hingga tekanan di tangki udara mencapai 450 kPa. Hal ini untuk memastikan udara bertekanan selalu tersedia dalam tangki udara untuk mengoperasikan sistem rem kendaraan. Hanya saat tekanan melebihi 450 kPa, udara bertekanan dapat mengalir ke sistem suspension.
Keistimewaan yang penting dari sistem suspensi udara adalah menahan chasis pada level konstan, irrespective terhadap kondisi beban. Untuk menjaga level dari chasis, di kontrol oleh levelling valve, juga disebut height-control valve.
Sewaktu-waktu beban pada chasis meningkat, chasis akan bergerak mendekat ke axle. Gerakan ini diteruskan oleh conecting linkage ke leveling valve.
Valve membiarkan udara bertekanan tinggi mengalir ke air bag, dan tambahan tekanan ini akan mengangkat chasis ke ketinggian normal.
Jika sewaktu-waktu beban pada chasis berkurang, chasis akan bergerak menjauhi axle. Levelling valve mengeluarkan udara dari air spring untuk menyesuaikan penurunan beban, dan chasis akan turun ke ketinggian normal.
Catatan bahwa levelling valve hanya bekerja saat perubahan beban pada chasis. Valve tidak akan merespon gerakan cepat yang terjadi antara chasis dan axle yang disebabkan oleh jalan yang tidak rata.
Setiap valve mempunyai mekanisme delay antara 2 - 6 detik terjadi, sehingga air bag atau air spring dapat meredam guncangan jalan tanpa berdampak pada ketinggian kendaraan pada jalan yang normal.
Sistem dalam gambar di atas mempunyai levelling valve untuk air bag depan dan 2 untuk air bag belakang. Catatan bahwa air bag belakang mempunyai levelling valve terpisah untuk setiap sisi kendaraan, yang berfungsi untuk membantu menghentikan chasis terguling saat sudut kendaraan pada belokan yang panjang, karena tekanan udara dapat menetralkannya. 
Untuk yang lainya dan karakteristik sistem supensi kendaraan seperti biasa dikontrol oleh shock absorber, dan anti roll bar.

Keuntungan dari suspensi udara:

  1. Sistem dapat secara otomatis mempunyai nilai pegas yang berubah-ubah variasinya dan menjadikan kendaraan lebih empuk saat dikendarai baik pada saat berat pegas terendah maupun berat pegas tertinggi dan mengurangi loncatan roda sehingga, daya traksi meningkat
  2. Getaran alamiah goyangan pegas tidak berubah terlalu lebar saat kondisi bermuatan atau tidak bermuatan.
  3. Nilai dari defleksi pegas dapat dipertahankan konstan oleh perubahan tekanan udara di dalam air bag/ air spring.
  4. Ketinggian chasis otomatis di sesuaikan ke set levelnya.
  5. Ketinggian chasis otomatis dipertahankan tanpa memperhatikan berapa besar beban yang ada pada chasis baik bertambah atau berkuarang, dan berapa besar perubahan distribusi beban atau centrifugal force yang ada pada saat kendaraan berelok di tikungan dan beroperasi pada permukaan jalan yang tidak rata atau miring.
  6. Umur ban menjadi lebih lama karena kendaraan jadi empuk saat dikendarai
  7. Beban kejut pada chasis dapat berkurang dan meningkatkan kenyamanan saat berkendara.

Sekian artikel tentang "AIR SUSPENSION / SUSPENSI UDARA" Semoga bermanfaat.
Wassalam,



Comments