Dasar Mesin: Cara Kerja Sistem Pengisian Altenator

Assalamualaikum wr wb

Kelanjutan dari artikel sebelumnya mengenai kelistrikan pada alat berat, kali ini saya akan membahas bagaimana sistem pengisian bekerja.
Altenator


Charging Circuit

Battery/aki sebagai sumber listrik yang terbatas isi dan kapasitasnya sehingga tidak memungkinkan lagi untuk dipakai terus menerus tanpa melakukan pengisian kembali.
Untuk itu di butuhkan suatu cara atau system yang dapat mengisi kembali setelah terpakai, sehingga dapat diharapkan battery/aki selalu dalam kondisi siap pakai (full charge).
Charging cirkuit/ sirkuit pengisian terdiri dari altenator dan regulator.
Altenator adalah generator AC yang disearahkan dengan menggunakan komponen elektronik yakni dioda dan mensuplai tenaga listrik.
Regulator berfungsi untuk membatasi voltage/tegangan altenator ke batas aman.

Battery memulai dengan mengirimkan arus agar mesin dapat hidup melalui starter motor, setelah mesin hidup, mesin akan memutar altenator dan akan membangkitkan arus listrik serta mengambil alih tugas battery sebagai pensuplai arus listrik.

Altenator akan mensuplai arus listrik selama mesin hidup atau putaran tinggi, lalu saat mesin putaran rendah atau stop, battery akan mengambil alih tugas pensuplai arus.

Berikut cara kerja sistem pengisian:
- Setelah mesin start dan kunci kontak kembali ke ON
- Kemudian, kunci kontak terminal B terhubung ke terminal ACC dan M dalam kunci kontak
- Saat Altenator mulai membangkitkan arus listrik, arus mengalir dari altenator terminal B ke battery melalui battery relay, mencharge battery.
- Arus dari terminal L mengalir ke monitor controller dan ICX controller, menjadikan indicator battery OFF.

berikut skema sirkuitnya:

Artikel terkait :

Operasi dari Altenator

- Altenator terdiri dari field coil (FC), stator coil (SC), dioda (D).
- Regulator terdiri dari transistor (T1 dan T2), dioda zener (ZD) dan resistor (R1 dan R2)
- Altenator terminal B terhubung dengan base B dari transistor T1 lewat circuit [B-R-RF-(R)-(R1)]
- Saat battery relay BS ON, tegangan dari battery di alirkan ke terminal base B dari transistor T1 jadi kolektor C terhubung ke emitor, kemudian field coil (FC) akan mendapat ground lewat transistor T1.
- Pada awalnya, tidak ada arus mengalir melewati field coil FC. Saat motor mulai berputar, arus bolak-balik terbangkit datam stator coil (SC) oleh sisa magnet dalam rotor.
- Saat arus mulai mengalir melalui field coil FC, selanjutnya memperkuat magnet sehingga menghasilkan kenaikan voltage. Sehingga arus mengalir melalui field coil FC meningkat kemuadian untuk mengisi battery.

berikut skema nya:





Operasi dari Regulator

- Saat tegangan yang dihasilkan meningkat lebih dari yang di set dioda zener (ZD), arus dialirkan kebase B transistor T2, menghubungkan kolektor (C) ke emitor (E).
- Kemuadian arus mengalir ke base (B) dari transistor menghilang, ini akan membuat T1 OFF.
- Lalu tidak ada arus mengalir ke field coil (FC), ini akan menurunkan tegangan yang dihasilkan stator coil (SC).
-Saat tegangan yang dihasilkan di stator coil SC menurun lebih rendah dari yang di set dioda zener (ZD), transistir T2 akan OFF, mengakibatkan transistor T1 akan di buat ON lagi.
- Kemudian arus mengalir melalui field coil (FC), meningkatkan tegangan pada stator coil. Operasi di atas dilakukan berulang-ulang sampai didapat tegangan yang konstan.

berikut skema dari regulator operation:


Sekian penjelasan saya mengenai sistem pengisian pada kendaraan / alat berat, jika ingin di tanyakan silahkah comment di bawah, semoga bermanfaat.
wasallam,

Comments