Cara Kerja Fuel Injection Pump ( BOSCH Pump)

Fuel Injection pump berfungsi sebagai pensuplai bahan bakar ke nozzle dengan tekanan tinggi (max 300 kg/cm2). Menentukan jumlah bahan bakar yang di injeksikan serta menentukan timing injeksinya.
potongan vertical fuel injection pump

  1. Straight Pin
  2. Flange sleeve
  3. Pump housing
  4. Plunger spring
  5. Lower spring seat
  6. Control rack
  7. Rack guide screw
  8. Plunger seat
  9. Camshaft
  10. Delivery valve holder
  11. Delivery valve stopper
  12. Delivery valve spring
  13. Delivery valve
  14. Adjust shim
  15. Plunger
  16. Plunger barrel
  17. Guide pinion
  18. Control pinion
  19. Tappet
  20. Cover
  21. Center metal
  22. Cover

Gambar diatas memperlihatkan sebuah penampang melintang dari pompa tipe PES-PD.  Keuntungan pompa jenis ini adalah keseluruhan komponen pompa tertutup housing yang bertujuan untuk memperbaiki peformance. Plunger dan katup pengeluaran (delivery valve) dan sebagaiya dipasang/dirangkai menjadi satu uni untuk memudahkan dalam membongkar dan memasangnya.

Model kode pompa injeksi
Model pompa injeksi dapat di-indentifikasikan dengan kode-kode huruf dan gambar-gambar yang di cap (stamp) pada plat nama (name plate). 
Arti kode itu dapat diuraikan sebagai berikut

NP   P   E   S   6   A   80   C   4   2   1   R   N229
ND   P   E   S   4   A   50   C   4   2   1   R   S256
--     -     -    -   -     -    --    -    -   -    -    -   ---
1      2     3   4   5    6    7    8    9  10  11   12   13
Keterangan :
1  = Kode pabrik
       NP  = Diesel Kiki
       ND  = Nippon Denso
2  P  = Untuk pompa
3  E  = Dilengkapi dengan poros kam ( camshaft )
4  S  = Mempunyai flange
    -   = Mempunyai sambungan kopling
5  = Jumlah plunger
6  = Dasar kode model
       A, B, K, P, Z, AD, PD dan sebagainya
7  = diameter plunger (mm x 0.1)
8  = kode perencanaan yang diberikan oleh Robert Bosch Company, Jerman Barat.
9  = kode yang menyatakan jumlah pompa alir yang dipakai dan arah pemasang poros kam
10 = Lokasi governor 1= kiri, 2= kanan
11  = lokasi timer
12  = Arah putaran
         R = putaran kanan, dilihat dari sisi penggeraknya
         L = putaran kiri, dilihat dari sisi penggeraknya
13  = kode perencanaan pabrik


Pelumasan pompa injeksi 

Bagian dalam dari pompa injeksi memerlukan pelumasan yang di golongkan atas bagian :

  1. Sistem injeksi bahan bakar yang meliputi plunger dan delivery valve, dilumasi oleh bahan bakar itu sendiri
  2. Mekanisme penggerak pompa termasuk poros kam dan tappet, dilumasi dengan oil engine.
Governor dilumasi oleh oil engine
Sistem injeksi dibuat sangat presisi, hal ini di perlukan untuk menjaga kenaikan tekanan injeksi yang sangat tinngi yaitu 100-300 kgf/cm2. Jika ada debu dan kotoran bercampur dengan bahan bakar dapat menyebabkan keausan yang sangat cepat pada mekanisme sistem bahan bakar.
Komponen-komponen penggerak pompa dan governor masing-masih dilumasi oleh oli engine.
Suplai oli untuk komponen-komponen penggerak pompa, dapat di lakukan dengan cara :

  1. Pengisian secara periodik, pada rumah pompa dan governor dengan jumlah oli tertentu, serta perlu penggantiannya secara periodik pula.
  2. Pengisian secara tekanan (force lubrication). Cara ini tidak membutuhkan pengisian ulang dan merupakan yang sangat populer saat ini, namun pengisian perlu juga dilaksanakan terutama setelah overhoul.

Plunger

cara kerja pompa injeksi tipe PE(S)-P

Plunger bergerak naik-turun dan juga dapat berputar.
Bagian atas plunger terdapat alur (groove), yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya bahan bakar yang akan disemprotkan dengan jalan plunger tersebut diputar pada posisi tertentu. Plunger ini berputar karena control rack ditarik.

Prinsip kerjanya :

Plunger naik karena dorongan poro kam, sedangkan turunnya karena dorongan spring. Langkah plunger keseluruhan di sebut dengan constant stroke.
Ketika plunger bergerak naik, pada saat mana lubang (port) yang terletak pada plunger barrel mulai tertutup, maka saat itu disebut dengan mulai injeksi (start of injection). Dimana bahan bakar nozzel siap menyemprot. Apabila plunger bergerak terus , maka bahan bakar pada nozzel akan menyemprot.
Semprotan bahan bakar pada nozzel akan berhenti pada saat posisi alur pada plunger mulai bertemu dengan lubang pada plunger barrel. Langkah penyemprotan disebut effective stroke, langkah tersebut dimulai dari posisi start of injection sampai alur ketemu dengan lubang masuk pada barrel. Posisi langkah effektif (effective stroke), berubah-ubah tergantung dari beban dan pengaturan operator secara manual.


Ketika langkah efektif berakhir akan tetapi plunger masih tetap gerak keatas , namun bahan bakar tidak diinjeksikan lagi setelah akhir langkahnya, plunger bergerak turun karena mendapat dorongan dari spring, sehingga akhir langkah pada posisi titik mati bawah (TMB).
Kemudian plunger bergerak naik kembali karena dorongan poros kam. Langkah dari titik mati bawah (TMB) sampai pada saat start injeksi disebut prestroke, langkah ini bertujuan untuk mengisi bahan bakar ke dalam plunger barrel.

Delivery Valve


Pada bagian atas dari plunger dipasang katup/klep pengeluaran dan spring.
Bahan bakar yang ditekan oleh plunger akan mendorong katup pengeluaran (delivery valve) melawan spring, sehingga bahan bakar akan mengalir ke pipa injeksi untuk selanjutnya menuju nozzle.
Dengan turunnya tekanan bahan bakar , delivery valve didorong ke bawah oleh spring sehingga piston menutup saluran bahan bakar. Tujuannya adalah mencegah membaliknya aliran bahan bakar (return flow of fuel)
Delivery valve akan terus bergerak ke bawah. Gerak ini akan berhenti bila permukaan runcingnya (tappered face) duduk pada dudukannya. Gerakan ini disebut dengan sucking back stroke of delivery valve.
Sucking back operation bertujuan untuk mencegah penetesan bahan bakar di ruang bakar untuk pembakaran langsung dan ruang bakar muka untuk pembakaran tidak langsung, saat injeksi bahan bakar berakhir.
Di lihat dari cara kerjanya, maka delivery check valve berfungsi sebagai:
1. Check valve
2. Menurunkan tekanan pada pressure line secara cepat ( mengurangi penetesan ).

Governor

Fungsinya mengatur putaran engine sesuai dengan bahan bakar dan putaran
Klarifikasi governor:
Governor untuk pompa injeksi tipe bosch dapat di klasifikasikan sebagai berikut:
  1. Minimum dan maximum speed governor. Umumnya tipe ini digunakan untuk otomobil
  2. All speed governor. Umumnya dipakai di mesin-mesin konstruksi dan engine generator
Selanjutnya governor untuk pompa injeksi tipe bosch secara strukturnya dapat digolongan sebagai berikut:
  1. Mechanical Governot (centrifugal type). Keseimbangan dijaga oleh gaya sentifugal dari flyweight dan tegangan spring
  2. Pneumatic governor. Perbedaan tekanan antara tekanan volume pada intake manifold dan atsmosfier dideteksi oleh sebuah diafraghma.
Ada kurang lebih 20 macam dari governor dan yang di sebutkan diatas dapat dipergunakan.
Salah satu macamnya adalah all speed mechanical governor yang banyak diapakai pada mesin-mesin konstruksi . Tipe ini mempunyai keuntungan antara lain : kecepatan dapat dilakukan pada range nya dengan sedikit penyimpangan, apabila ada beban. Dan dapat menjaga ketepatan kecepatan engine.

Ada dua macam model dari all speed mechanial governor :
  1. Model RSV. Model ini adalah model yang biasa saja, mempunyai bentuk yang serasi dan agak ringan, mudah di start karena ada komponen start spring, mudah mnyetel governornya dalam range-range kecepatan
  2. Model RSUV. Model governor ini biasanya dipasangkan pada pompa injeksi tepi PE-PD, untuk engine-engine yang besar. Governor ini dilengkapi dengan speed up gear, untuk memperbaiki pengontrolan yang lebih akurat

Itulah cara kerja dari pompa injeksi. semoga bisa menjadi bahan evaluasi. jika ada yang tidak dimengerti h
arap komentar di bawah.

Comments