Apa Itu Piston Dan Bagaimana Cara Kerja dan Fungsi Dari Piston

Assalamualaikum wr wb.

Dalam kehidupan sehari hari, anda pasti pernah memakai kendaraan bermotor.
Kendaraan bermotor bisa berjalan dengan adanya mesin, disini saya akan memperkenalkan komponen mesin yaitu Piston/ Torak/ Atau biasa kita dengar secara umum " SEHER "




Piston 
Sumber google

Yang pertama saya akan jelaskan yaitu apa sih fungsi dari piston itu?

#1 Fungsi dari Piston

Piston adalah yang berhubungan langsung dengan gas pembakar dan menerima beban berat yang disebabkan tekanan dari hasil pembakaran/ledakan dan bergerak dengan kecepatan tinggi yang berulang-ulang. Selanjutnya piston menahan udara kompresi dan rapat dengan cylinder liner maka mendapatkan beban gesek yang keras selama dalam pergerakan yang cepat.

Piston harus memiliki syarat-syarat seperti di bawah ini:
  • Memiliki kemampuan tahan terhadap panas dan mengendalikan panas. 
  • Memiliki berat yang sedang (tidak menghasilkan gaya inertia yang besar pada kecepatan tinggi).
  • Memiliki tingkat pemuaian yang kecil akibat dari panas.
  • Memiliki kestabilan yang pada tinggi (faktor kelelahan material besar) tidak mudah aus dan mempunyai kekuatan yang besar.

#2 Material dari Piston

Untuk memenuhi kebutuhan dari fungsi piston itu sendiri, piston dibuat dari alumunium alloy yang terdiri dari silikon (Si), Nickel (Ni), Copper (Cu) dan lain-lainya.
Pada umumnya yang terbanyak dipakai material piston terdiri dari nickel allimunium alloy called Lo-ex, yang di rancang khusus dengan spesifik gravity rendah (diatas 27), tahan terhadap panas yang tinggi dan menyalurkan dengan cepat.

#3 Radiasi Panas Pada Piston

Jika Piston overheat, akan terjadi pemuaian yang berlebihan pada piston dan terjadi carbonization pada oli pelumas, kemuadian menyebabkanmacet atau melekatnya permukaan yang bergesekan dan keretakan atau terbakar pada kepala piston, Dengan demikian panas yang di terima piston dari gas pembakaran harus secepatnya disebarkan.
Penyerapan panas dari allumuminium alloy pada piston, tiga kali lebih tinggi dibanding besi. Pemindahan panas ke permukaan linner dan oli pelumas melalui sisi bawah dari piston.
Dengan bentuk beraneka ragam yang dirancang piston, tidak hanya menambah kekuatan, tetapi juga meningkatkan penyebaran panas. Bentuk dari croos section piston disebut thermal flow type yang dirancang sebagai penghantar panas yang tinggi.
Permukaan luar dari piston tidak banyak efeknya terhadap kekuatan piston tetapi sangat penting sebagai ujung penghantar panas dan pelumasan.

#4 Piston Cooling 

Piston cooling nozzle, menyemburkan oli pelumas mesin ke sisi dalam piston untuk mencegah terjadinya overheat atau panas berlebih.














#5 Piston Ring Straightment

Top ring groove pada piston selalu berhubungan dengan temperatur tinggi dan menerima hentakan kuat dari ring piston. Untuk mengatasi hentakan kuat dan memperpanajang umur groove dpasang wear proof yang dibuat dari baja didalam groove, yang disebut ring straightner.


Fungsi dari piston ring adalah menahan tekanan gas kompresi didalam cylinder, menjaga ketebalan oil film pada dinding cylinder dan mentransfer panas dari piston ke cylinder liner.
Ring bagian atas disebut ring kompresi yang bekerja mencegah kebocoran gas kompresi. Dan ring bagian bawah disebut ring oli yang bekerja menjaga oil film.
Bertambah tekanan gas kompresi akan mempercepat keausan ring piston dan mengurangi tenaga mesin serta menambah besar kosumsi oli.

#6 Piston Pin


Karakteristik dari piston pin

  • Piston pin selalu bekerja berat dan menerima beban yang berulang ulang yang disebabkan tekanan pembakaran dan inertia piston.
  • Permukaan pin piston bergesekan dengan tekanan yang besar pada piston dan bushing conecting rod/ stang seher. Dengan demikian pin harus mempunyai kekuatan tahanan bengkok yang besar dan tidak mudah aus. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, piston pin dibuat dari baja special carbon rendah yang memiliki tingkat kekerasan tinggi dan permukaanya diperkeras dengan induction quenching atau carborizing.

Piston pin clearence

  • Piston dan pin sering beradu berulang-ulang dengan masing komponen harus dicegah berubahnya clearence, sehingga pelumasan pin tetap bekerja efektif.
  • Juga perlu dipertimbangkan clearencnya tidak berubah akaibat perubahan temperatur. karena adnaya perbedaan (pemuaian akibat panas pada piston 1.5 kali lebih besar dari piston).

Sekian artikel dari saya mengenai Piston, semoga bermanfaat.
Wasallam,





Comments